Jumat, 16 Juli 2010

Muscle Power Neobook P8400DL

Jangan heran jika merek yang satu ini tak pernah terdengar di belantara netbook. Ya, Muscle Power memang terbilang brand baru yang awalnya lebih dikenal dengan produk memori (RAM).

Mengingat pasar netbook saat ini sedang heboh luar biasa, dimunculkanlah seri Neobook mereka. Tujuannya menghadirkan netbook alternatif yang terjangkau bagi anak muda. Neobook P8400DL tampil dalam desain yang cenderung "pasaran", meskipun bagian cover penutupnya dibuat dengan metode finishing glossy yang mulus.

Di sini, tulisan Muscle Power terlihat jelas untuk menunjukkan brand yang diusungnya. Namun setelah membuka penutupnya, segera terlihat bahwa bagian keyboard dan sekitarnya terlalu kaku (dan terkesan OEM tanpa desain unik apa pun). Yang membuatnya menarik mungkin hanya layar 10,2” yang terbilang sedikit lebih lega dibandingkan netbook sekelasnya.

Saat menghidupkan netbook ini akan muncul informasi boot dari BIOS bahwa Neobook merupakan modul dari brand ION yang terkenal sebagai merek lokal. Agaknya netbook ini merupakan face-lift dengan identitas baru dari seri ION terdahulu. Jika kita perhatikan, sebenarnya komponen teknis dari setiap netbook nyaris sama saja, yang membedakan hanyalah kemasan luar yang dibentuk sedemikan rupa agar berbeda satu sama lainnya.

Ditilik dari fasilitasnya, Neobook memang tergolong standar saja tanpa fasilitas Bluetooth dan slot kartu SIM untuk 3G. Absennya fasilitas ini memang disengaja agar harganya bisa lebih bersaing. Dengan harga kurang dari Rp2,4 juta, netbook ini terbilang paling murah di antara sesamanya.

***

Seperti halnya produk ekonomis lainnya yang kerap hadir dengan segala kekurangan, Neobook P8400DL memang tak bisa dibilang menarik dalam hal desain dan fasilitas. Namun kinerja netbook ini tetaplah serupa dengan kompetitornya yang kadang hanya bagus tampangnya saja (lihat tabel). Bagaimanapun juga, netbook Muscle Power ini tetap menarik sebagai pilihan ekonomis di antara merek-merek populer lainnya.

Hasil Pengujian

Neobook P8400DL memiliki spesifikasi serupa dengan netbook kebanyakan yang memakai Atom generasi N270 (salah satunya seperti Zyrex Sky 1716 yang kami tandingkan ini). Kemampuan kedua netbook nyaris sama. Yang membedakan hanyalah daya tahan baterai. Neobook dari Muscle Power tergolong tidak tahan lama akibat penggunaan baterai standar 2200 mAh.

Pengujian Muscle Power Neobook P8400DL Zyrex Sky 1716
Cinebench R10 837 832
Encoding video 1 jam 22 menit 1 jam 22 menit
Encoding audio 9 menit 54 detik 9 menit 52 detik
3DMark 2006 143
143
Daya Tahan Baterai
Memutar HD Video 1 jam 12 menit
2 jam 2 menit
Battery Eater 1 jam 26 menit 14 detik
1 jam 53 menit 10 detik

Spesifikasi Muscle Power Neobook P8400DL

Prosesor Intel Atom N270 (1,6 GHz, 512 KB L2 cache, FSB 533 MHz)
Memori 1 GB, DDR2 667 MHz
Chipset Intel i945GSE
Kartu Grafis GMA 950 256MB
Harddisk 160 GB SATA II
Optical drive Tidak ada
Fasilitas WiFi b/g
LAN
card reader (4-in-1)
USB (3)
webcam 1,3MP
VGA-out
Layar 10,2 inci - resolusi 1024x600 pixel
Kartu suara Realtek ALC662 HD audio
Sistem Operasi Tidak ada
Batere Li-ion 2200 mAh
Dimensi (plt) 24,5 x 18,5 x(2,3-3) cm
Bobot 1,2 kg
Garansi 1 tahun
Situs Web www.dpj.co.id
Harga kisaran* Rp2.399.000




Touch Pad
Tombol klik pada touchpad yang terasa amat mungil kadang menyulitkan kita mengaksesnya.





Driver
Antarmuka instalasi driver dari CD yang disertakan dibuat mudah dan cukup menarik.




Baterai
Baterai kapasitas 2200mAh 11,1 volt standar tidak mampu memberi daya hidup yang lama.



Plus
: Bobot ringan; layar lebih lega; harga ekonomis.
Minus
: Daya tahan baterai pendek; tanpa Bluetooth; desain kurang khas.

Advan GT-66NS

Untuk memperkaya portofolio notebooknya, Advan menghadirkan seri G terbaru yang disebut GT-66NS. Produk ini sebenarnya lebih merupakan upgrade komponen dari seri GT-65 terdahulu. Perbedaan terletak pada penggunaan chip grafis nVidia untuk meningkatkan kinerja grafis notebook, setelah sebelumnya hanya memakai chip grafis dari Intel atau SiS.

Selain peningkatan di sisi grafis, seri GT-65 juga mengalami peningkatan spesifikasi yang terlihat di sana-sini. Prosesor yang digunakan kini Intel Core 2 Duo T6600, dan memori diperbesar hingga 4GB. Peningkatan juga terjadi di kapasitas harddisk; dari sebelumnya 250GB menjadi menjadi 320GB. Memori dan kapasitas harddisk yang lebih besar jelas sangat ideal untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperluas ruang data.

Dalam segi fisik, GT-66NS tampil lebih menarik berkat penggunaan bahan glossy berpola yang lebih luas dibandingkan seri sebelumnya. Bobot notebook berlayar 14,1” ini juga sedikit lebih ringan (2,3kg) di kelasnya. Namun di sisi fasilitas, GT-66NS terhitung biasa saja. Bluetooth yang masih opsional, port USB yang terbatas, dan ketiadaan port FireWire sedikit mengurangi pesona notebook ini. Namun dengan harga tak lebih dari Rp 5,5 juta, notebook ini tentunya memiliki daya tarik tersendiri.

Meski dikenal sebagai produk lokal, namun penetrasi Advan mengalami peningkatan cukup baik, apalagi sejak perakitan notebook mereka sudah dilakukan di kota Semarang (sebelumnya dilakukan di Taiwan). Kerjasama dengan pihak sekolah atau operator telekomunikasi juga kerap dilakukan agar produk Advan cepat diserap pasar yang saat ini lebih dikuasai merek asing.

***

Sebagian orang yang lebih paham tentu tak mempermasalahkan sebuah merek notebook karena pada dasarnya arsitektur utama dari produk ini sama saja, bedanya hanya pada masalah desain dan fitur yang tersedia. Jika demikian maka GT-66NS lebih cocok untuk mereka yang lebih mengutamakan fasilitas dan kinerja dibandingkan sebuah merek. Catatan kinerja yang terlihat di bawah akan memperjelas lebih lanjut mengenai kemampuan notebook yang secara normal dapat beroperasi sekitar 3 jam ini.

Hasil Pengujian
Perbaikan spesifikasi di Advan GT-66NS menghasilkan perbaikan kinerja yang cukup signifikan. Ini terlihat dari skor PCMark yang lebih baik 45% dibanding GT-65. Peningkatan juga terjadi juga pada skor grafis berkat penggunaan GeForce 9200M GS. Namun tentu, chip grafis tersebut belum memadai untuk memainkan game 3D yang lebih rumit seperti Call of Duty.

Pengujian

Advan GT-65

Advan GT-66NS

Cinebench R10

4225

4403

PCMark Vantage

2173

3150

Encoding video

18 menit 26 detik

21 menit 33 detik

Encoding audio

2 menit 16 detik

2 menit 8 detik

3DMark 2006

94

2077

Daya Tahan Batere

Memutar HD Video

1 jam 45 menit

1 jam 22 menit

Battery Eater

1 jam 34 menit

1 jam 45 menit



Spesifikasi ADVAN GT-66NS

Layar

14,1 inci, resolusi 1280x800 pixel

Prosesor

Intel Core 2 Duo T6600 (2,2GHz, 2MB cache, FSB 800MHz)

RAM

4GB, DDR2 800MHz

Chipset

SiS M671

Kartu Grafis

GeForce 9200M GS (512MB)

Harddisk

Western Digital 320GB SATA

Optical drive

DVD±R

Fasilitas

WiFi b/g, LAN, card reader (4-in-1), USB (3), VGA-out.

Kartu suara

Realtek ALC662

Sistem Operasi

Free DOS

Batere

4400mAh

Dimensi

33,4x24,5x(3,5-4,1) cm

Bobot

2,3kg

Garansi

1 tahun

Situs Web

www.advandigital.com

Harga kisaran*

Rp 5.499.000

Menyatu
Material touchpad yang langsung menyatu dengan bodi notebook membuat kesan yang samar. Untungnya bahan glossy yang dipakai terasa nyaman.

Shortcut
Dua tombol shortcut di bagian pojok kiri ini (Player dan browser) sekedar melengkapi fungsi notebook saja meski kami anggap masih tetap bermanfaat.

Pusat Pengontrol
Aplikasi Control Center membantu pemakai mendapatkan informasi vital dan pengaturan penting lainnya dengan mudah.




Plus
: Kinerja lumayan; desain menarik; harddisk cukup lega; harga kompetitif.

Minus : Posisi lampu indikator kurang tepat; bobot agak berat; Bluetooth opsional dan tanpa FireWire.

Asus Eee PC 1201N

Ketika memperoleh paket netbook Asus Eee PC 1201N, kami punya ekspektasi standar. Mungkin tidak akan jauh berbeda dengan model-model sebelumnya.

Anggapan tersebut langsung buyar ketika membuka boks. Kami bingung, ini netbook atau notebook tipis? Melihat lebar layarnya yang 12,1 inci, sebenarnya Eee PC 1201N pantas dikategorikan ke dalam kelas terakhir. Begitu pula dengan ketebalan produk yang hanya 2,5 cm pada sisi tertipis. Saat ditimbang pun, bebannya kurang dari 1,5 kg. Gaya berkelas diperlihatkan dengan lapisan glossy yang menyelimuti sekujur permukaan. Namun konsekuensinya, Anda sebaiknya sering membersihkan bodinya dari berkas sidik jari yang menempel.

Walau bentuknya seperti notebook tipis, Asus Eee PC 1201N tetaplah sebuah netbook. Lihat bagian dalamnya. Segala aktivitas komputasi diotaki prosesor Intel Atom. Akan tetapi, di sinilah keunikan produk ini. Alih-alih menggunakan Atom N270/280/450 seperti kompetitornya, Asus malah mengadopsi Atom N330 (dual core) yang umumnya tertanam pada nettop. Tidak hanya itu. Chipset yang dipakai pun bukanlah milik Intel, melainkan nVidia. Chipset generasi baru tersebut memang secara khusus memasangkan prosesor Atom dengan kartu grafis nVidia Ion.

Terdapatnya nVidia Ion 256MB otomatis menggenjot kinerja grafis Asus Eee PC 1201N. Hal ini terbukti dari hasil uji kami. Skor 3DMark 2006 dan Cinebench-nya jauh melampaui produk netbook lain. Dibandingkan dengan beberapa notebook tipis pun, 1201N masih unggul. Dengan kelebihan tersebut, memutar video HD tidaklah sulit bagi produk ini. Teaser film dokumenter "Nurburgring 24 Hrs Race" bisa kami tonton dengan jernih dan lancar. Padahal, resolusinya tinggi, 1920x1080 alias Full-HD.

Atom N330 bukan prosesor terbaik dalam urusan konsumsi energi. Layar lebar 1201N pun tentu butuh daya lebih besar. Asus memberi kompensasi dengan baterai 6-cell berkapasitas tinggi, 5600 mAh. Hasilnya? Durasi sekitar 3,5 jam adalah capaian terbaik kami untuk aktivitas komputasi normal. Tidak jauh berbeda dengan kompetitornya.

***

Bagi kami, Asus Eee PC 1201N merupakan bentuk kompromi ideal antara netbook dan notebook tipis. Performa keseluruhan memang biasa saja, tapi kemampuan grafisnya sungguh menawan hati. Dengan netbook lainnya, menonton film HD mungkin sekadar mimpi. Namun, impian tersebut bisa terwujud di sini.

Hasil Pengujian

Kinerja sistem Asus Eee PC 1201N dan Acer Aspire One AO532 tidak berbeda jauh. Tapi, pada uji yang berkaitan dengan grafis, nVidia Ion milik Asus menang telak atas Intel GMA3150-nya Acer. Berbeda dengan adu daya tahan. Acer unggul, walau kapasitas baterainya lebih kecil. Hal ini wajar, mengingat Asus punya layar 12,1" dan prosesor Atom N330 dual core yang lebih boros energi.

Pengujian

Asus Eee PC 1021N
(Intel Atom N330 1,6GHz, DDR2 2GB 800MHz, nVidia Ion 256MB, baterai 6-cell 5600 mAh)

Acer Aspire One AO532
(Intel Atom N450 1,66GHz, DDR2 1GB 800MHz, Intel GMA3150 256MB, baterai 6-cell 4400 mAh)

Sysmark 2007

39

38

3DMark 2006

1312

154

Cinebench

CPU : 1510
Waktu : 9 menit 45 detik

CPU : 869
Waktu : 16 menit 58 detik

Encoding Video

40 menit 33 detik

1 jam 16 menit 54 detik

Encoding Audio

10 menit 2 detik

9 menit 31 detik

Daya Tahan Baterai

Memutar Video HD

3 jam 26 menit 53 detik

3 jam 48 menit 10 detik

Battery Eater 2005

3 jam 25 menit 12 detik

3 jam 35 menit 33 detik

Spesifikasi Asus Eee PC 1201N

Prosesor

Intel Atom N330 Dual Core 1,6GHz

RAM

2GB DDR2 SO-DIMM 800MHz

Chipset

nVidia nForce 730i

Kartu Grafis

nVidia Ion 256MB

Harddisk

Hitachi 250GB 5400RPM SATA-II

Optical Drive

Tidak ada

Fasilitas

Ethernet LAN, WiFi 802.11b/g/n, Bluetooth, 3 port USB, port audio, port VGA, port HDMI, card reader, webcam 0,3MP + mic, built-in speaker

Layar

12,1" (1366 x 768) LED-backlit WXGA

Kartu Suara

Realtek ALC269

Baterai

Li-Ion 6-cell 5600mAh / 63Wh

Sistem Operasi

Windows 7 Starter

Dimensi

29,7 x 20,9 x (2,5 - 3,5) cm

Bobot

1,46 kg (termasuk baterai)

Garansi

1 tahun

Situs Web

http://id.asus.com

Kisaran Harga*

US$549




Multitouch dan Bergerigi
Touchpad Asus Eee PC 1201N sudah mendukung multitouch. Banyak tonjolan kecil pada permukaannya, seperti gerigi. Tujuannya untuk menambah responsivitas. Namun, bagi kami, sih, terasa kurang nyaman.




Port HDMI

Layar 12 inci masih kurang lega untuk menonton film HD? Tersedia port HDMI di sisi kiri untuk menyambungkannya ke monitor layar besar. Tidak banyak netbook yang punya fasilitas ini.



Keyboard Chiclet

Karena dimensi Asus Eee PC 1201N lebih besar dibanding netbook lain, keyboard-nya pun berukuran sedikit ekstra (14,5 x 14 mm). Desain chiclet dengan celah antartuts 3 mm membuat keyboard ini enak digunakan.


Plus
: Kinerja grafis bagus, desain seashell yang elegan, tuts keyboard berbentuk chiclet, ada port HDMI

Minus : Harga masih tinggi, touchpad kurang nyaman

HP Pavilion DM3-1105AX

Melanjutkan tren notebook kelas ultra-thin, HP kembali menambahkan produk ke lini notebook ultra-thin mereka. Meski memiliki beberapa produk kelas ultra-thin, Pavilion Dm3 sepertinya mampu menonjolkan dirinya lebih dari saudara-saudaranya di keluarga yang sama. Ini dikarenakan Pavilion Dm3 memiliki tampang yang menurut kami cukup atraktif.

Daya tarik Pavilion Dm3 datang dari desain metal di hampir seluruh tubuhnya. Campuran brushed-aluminium dan magnesium yang membalut bodinya memberikan kesan mewah dan mungkin membuatnya terlihat lebih mahal dari harganya. Hanya saja, bagian dasarnya tetap menggunakan plastik yang memberikan kepada penggunanya untuk melakukan upgrade komponen seperti HDD dan memori (RAM).

Selain tampangnya yang meyakinkan, HP memastikan juga bahwa dapur pacunya tetap bisa diandalkan. Yang artinya spesifikasinya cukup mumpuni sekalipun ia termasuk kelas ultra-thin. Memang, Pavilion Dm3 bukan yang tertipis, tetapi ketebalannya juga tidak setebal notebook standar biasa. Kembali soal dapur pacu, Pavilion Dm3 menggunakan AMD Athlon Neo X2 L335 sebagai otak penggerak sistem. Dibekali memori utama sebanyak 2 GB DDR2 PC5300 dalam konfigurasi single-channel.

Pavilion Dm3 menyerahkan urusan grafis kepada ATi Mobility Radeon HD 4330. Dukungan output HDMI yang saat ini menjadi sebuah keharusan (selain D-sub) juga tidak terlupakan. Penggunaan kartu grafis ini membuat Pavilion Dm3 lulus uji grafis kami dengan cukup baik.

***

HP Pavilion Dm3 menawarkan konsep everyday-computing yang mengesankan dengan performa yang baik hampir di setiap jenis aplikasi. Ukuran keyboard yang tergolong lega serta respon yang baik membuat pengalaman mengetik di notebook ini terasa nyaman. Sayangnya ini tidak berlangsung untuk touchpad-nya. Walaupun responnya cukup baik, entah kenapa kami kurang menyukai desainnya yang fingerprint-friendly.

Jangan lupa, bahwa layaknya ultra-thin pada umumnya, di Pavilion Dm3 ini tidak terdapat optical-drive (hanya disediakan sebagai external drive). Jika Anda tidak terlalu mempermasalahkan beberapa hal tersebut, Pavilion Dm3 tentu adalah sebuah notebook yang cukup menarik.

Hasil Pengujian
Dengan spesifikasi yang mirip, kami mencoba membandingkan Pavilion Dm3 dengan Acer Aspire Timeline 4810TG. Walaupun sama-sama menggunakan ATI Mobility Radeon HD 4330, prosesor Intel Core 2 Duo SU9400 memiliki kinerja yang lebih baik dari Athlon Neo X2 L335.

Pengujian

HP Pavilion DM3-1105AX

Acer Aspire Timeline 4810TG

Cinebench R10

2499

2929

PCMark Vantage

2749

2642

Encoding video

37 menit 4 detik

28 menit 11 detik

Encoding audio

4 menit

3 menit

3DMark 2006

2630

2561

Daya tahan batere

Memutar HD Video

1 jam 55 menit

2 jam 7 menit

Battery Eater

1 jam 16 menit

2 jam 3 menit

Spesifikasi HP Pavilion DM3-1105AX

Prosesor

AMD Athlon Neo X2 L335 (1,6GHz, 512KB L2 cache)

RAM

2 GB, DDR2 PC5300

Chipset

AMD 780G

Kartu Grafis

ATi Mobility Radeon HD 4330 Graphics

Harddisk

320 GB WDC

Optical drive

External

Fasilitas

WiFi a/g/n, LAN, card reader (4-in-1), Bluetooth, USB 2.0 (2), Firewire, VGA-out, Dispay port, Express Card 34/54, Webcam.

Layar

13,3” resolusi 1366x768 pixel

Kartu suara

IDT 92HD81B1C

Sistem Operasi

Windows 7 Home Premium

Baterai

5026 mAh

Dimensi (plt)

32,6x 23x(2,43-3,13) cm

Bobot

1,92 kg

Garansi

1 tahun

Situs Web

www.hp.com

Harga kisaran*

US$799





Unik

Tidak seperti notebook pada umumnya, deretan tombol ini memiliki fungsi yang bisa diaktifkan bergantian. Caranya, dengan menekan tombol Fn, bukan dengan menekan kombinasi Fn + tombol yang diinginkan.





WLAN
Tombol untuk mengaktifkan fungsi wireless berada di sisi kanan, bersebelahan dengan tombol power.






Altec Lansing

Pavilion Dm3 mempercayakan urusan tata suara kepada Altec Lansing, yang disokong oleh feature SRS Premium Sound.



Plus
: Penampilan menarik, kinerja cukup baik, keyboard ergonomis.

Minus : Bobot termasuk berat untuk kelas ultra-thin, bahan touchpad membuatnya kurang presisi.

Dell Inspiron Zino HD

Kebanyakan PC mini atau nettop digunakan untuk pengolahan data ringan seperti menjalankan aplikasi office atau menjelajahi Internet.

Namun tak demikian dengan Inspiron Zino HD dari Dell ini. Sebenarnya ada 2 versi yang dihadirkan Dell yakni Inspiron Zino dan Inspiron Zino HD.

Kedua tipe inilah yang kami anggap paling menarik. Daya tariknya muncul lewat fisik Zino HD yang tak hanya mungil namun juga memiliki cover penutup yang bisa diganti-ganti warnanya. Sekali lagi Dell ingin menghadirkan komputer dalam bentuk fashion seperti yang telah dihadirkan lewat Studio Hybrid mereka.

Embel-embel HD pada seri Zino ini rupanya ingin menggambarkan kemampuan nettop ini untuk menjalankan aktivitas multimedia seperti game 3D menengah dan juga film definisi tinggi (High Definition). Untuk itu Zino HD memperlengkapi dirinya dengan optical drive Blu-ray Combo (juga berfungsi sebagai DVD-writer) dan koneksi HDMI untuk disambungkan ke LCD TV agar tontonan multimedia HD bisa lebih dirasakan. Dukungan lain muncul pula dari pemakaian chipset grafis Radeon HD4500 yang cukup tangguh di segmen kinerja grafis menengah.

Untuk Zino HD kali ini, Dell mengusung "otak" dari AMD kelas mobile (berbeda dengan kompetitor lain yang kerap mengandalkan Intel Atom). Dengan CPU AMD Athlon Neo X2 berkecepatan 1,8 GHz, tampaknya kemampuan Zino HD cukup terdongkrak. Bagi yang belum tahu, kinerja Neo X2 ini masih terbilang unggul dibandingkan Intel Atom. Ini diharapkan bisa memberi kontribusi untuk mencapai peningkatan kerja multimedia sesuai keinginan.

Spesifikasi Zino HD terbilang bermacam-macam namun sampel yang kami terima agaknya memang yang paling tinggi. Ini terlihat dari kapasitas harddisk yang mencapai 1 TB dan memori DDR2 4 GB (single) serta VGA Radeon dan Blu-ray yang telah disebutkan. Kinerja Zino HD tentunya bisa lebih mantap bila memori tersebut di-upgrade ke kapasitas 8 GB dalam modus dual-channel jika Anda memang membutuhkan kecepatan yang lebih baik.

***

Tak ada yang mengecewakan dari Zino HD ini saat menjalankan aktivitas komputasi mulai dari office, Internet, hingga multimedia. Namun di sini perlu kami tekankan bahwa kemampuan gaming nettop ini kurang layak untuk 3D yang berat, misalnya menjalankan game 3D seperti Dirt2 (dengan olah grafis yang cukup berat). Terlepas dari hal ini, penilaian terhadap Zino HD sudah cukup menyenangkan terutama pada dukungan hiburan HD.

Setidaknya nettop ini sudah menjawab kebutuhan mereka akan hiburan multimedia yang ringkas dari sebuh PC mini yang fisiknya juga tampil memikat.

Hasil Pengujian
Inspiron Zino HD dan Asrock Ion 330HT sama-sama merupakan nettop ber-Blu-ray yang setanding (hanya saja Asrock ditenagai Atom N330). Terlihat bagaimana kinerja Zino HD dengan AMD Neo X2 hampir 2x lipat lebih baik dibandingkan Ion 330HT.

Pengujian Dell Inspiron Zino HD Asrock Ion 330HT
Sysmark 2007 V1.06 78 46
PCMark Vantage 3396
2170
Encoding video 34 menit 1 detik 33 menit 41 detik
Encoding audio 3 menit 34 detik 8 menit 16 detik
3DMark Vantage P730
P448
Cinebench R10 CB-CPU : 3211 CB-CPU : 1831

Spesifikasi Dell Inspiron ZINO HD

Prosesor AMD Athlon Neo X2 6850e (1,8 GHz, L2 512 MB, FSB 800 MHz)
Memori 4 GB, SODIMM DDR2 800 MHz (single channel)
Chipset AMD 780G
Kartu Grafis Radeon Mobility HD4500 512 MB
Harddisk 1 TB SATA II
Optical drive Blu-ray Disc Combo
Fasilitas LAN, Wi-Fi, USB (6), eSATA (2), audio analog, HDMI, D-sub, 4-in-1 card reader.
Layar --
Kartu suara Conexant CX20561S
Sistem Operasi Windows 7 Professional 32-bit
Dimensi 19,7x7,2x21,2 cm
Bobot 2,3 kg
Garansi 1 tahun
Situs Web www.dell.com
Harga kisaran* US$570

* Dell Indonesia, (021) 572-0016
* Minggu pertama April 2010

Cover Warna Pilihan
cover warna-warni untuk Inspiron Zino membuatnya jadi cantik dilihat. Cover atas nettop amat mudah dibuka lewat tombol yang disediakan di bagian belakang.

HDMI & eSATA
Konektor HDMI untuk sambungan ke LCD TV. Di sebelahnya, juga tersemat port eSATA untuk akses ke storage eksternal dengan koneksi eSATA.

Audio Output
Audio dengan fasilitas auto-sensing, di mana jika kabel audio tak tertancap, sistem audio secara otomatis akan dimatikan (mute).


Plus
: Bentuk fisik cantik; dukungan hiburan HD; hemat daya; koneksi cukup lengkap.
Minus : Kinerja grafis hanya menengah.





')}else{document.write('')}}
//]]>